Memoar Angka Baru : 27 Tahun

yayayayaayaya

Melewati angka 26 itu cukup ‘melelahkan dan menguras emosi’. Indonesia tak seindah yang kubayangkan untuk menyemai mimpiku sepulang dari Belanda. Negeriku yang masih tersandera dalam ‘birokrasi kertas’ membuatku bahkan tak bisa kembali ke ‘rumahku sendiri’ guna mengabdi pada ilmu, -sebagai guru. Jika bukan karena dukungan dari Dinas Kebudayaan Yogyakarta dan dorongan dari beberapa tokoh di Kraton Jogja, aku tidak akan bertahan ‘sejauh ini’ di hutan belantara ini. Tawaran pekerjaan non akademis sudah datang dari ibukota sana, tapi aku tetap bertahan bersama sahabat di kota ini. Walaupun segala sesuatu yang ‘memulai’ itu sungguh sangat berat, apalagi untuk isu yang dianggap remeh oleh generasi pendahulu, tapi kami percaya apa yang kita perjuangkan ini mendapat restu dari semesta.

Di awal angka 27 ini, sebagai satu-satunya seorang ilmuwan Indonesia yang meneliti ‘darah daging Nusantara di luar negeri’, dengan mengucap syukur bersama para sahabat, di akhir tahun 2017 ini kami akan menerbitkan 3 buku multibahasa tentang diaspora Jawa di Belanda, 1 buku bahasa Inggris tentang Jawa Suriname dari thesisku, dan/atau 1 novel fiksi bahasa Jawaku. Yang membuat dada kami sesak penuh kebanggaan karena semuanya GRATIS. Seluruh manusia di bumi ini bisa belajar dari apa yang kami tulis, yakni diaspora Jawa.

Gayung bersambut, bulan depan hingga pertengahan 2018, aku akan tinggal di Singapura untuk fellowship research tentang studi Nusantara di National Library Board of Singapore dan setelah itu tidak menutup kemungkinan langsung hengkang untuk doktoral lagi. Ya itulah Indonesia. Walaupun berat, sampai kapanpun aku akan terus mengabdi pada ilmu pengetahuan. Karena hanya dengan itu aku merasa ‘berguna’ di bumi ini. Ketika Tuhan memberikan ilmu dan pengalaman, sudah menjadi tanggungjawabku untuk berzakat akannnya. Tapi, harus kemana otak ini akan dirumahkan. Semoga masih di negeri ini.

Terimakasih untuk segala doa.

Semoga 27 diberkati oleh Tuhan dan Semesta.

Semoga semua mahluk berbahagia. Sadhu. Sadhu. Sadhu.

Prastowo

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s