Dilema Berbakti? di Indonesia

IMG_0370

Dulu, kamarku ada di lantai 5 apartemen sebelah stasiun itu. Begitu sayang padanya setelah perjuangan 2 bulan tinggal belasan kilo naik sepeda menuju kampus. Warna-warni cerita di gedung itu, dari sahabat Prancis, Inggris, Venezuela, USA, Kanada, Itali dan Cina yg selalu merindukanku pulang bawa slametan Jawa habis kenduri 😂 Sampai kisah memilukan kala tetangga flat, teman Itali bunuh diri. 😷. Ikut depresi dgn beban kuliahku yg berat. Hingga hipotermia membeku jd es hampir “purna hidup”, heater tak nyala krn penghuni pertama gdg baru, ditinggal tmn clubbing smp subuh. 🤒 Segala kerinduan yang sangat sangat sangat pada kota keduaku bernama Nijmegen. Juga seluruh keluargaku di Belanda.😫
.
Di bulan ini di tahun ini, aku pikir aku akan segera menetap di sana utk lima taun kedepan, tapi Gusti berkata lain menjelang bergantinya angka usia. Aku dimintaNya untuk keliling bumi ini lagi, dimulai dari bekerja sebentar di Singapura dan seterusnya, Amerika ? 😉, sebelum akhirnya bertapa di Nijmegen pada waktu yang tepat. Mumpung diberikan kesempatan oleh Gusti belajar jadi peneliti profesional di negeri singa. Gusti tahu mana yg terbaik utk kita, setelah berjuang di Indonesia begitu menyakitkan tak dihargai. Tahu betul rasanya sakit hati Habibie. Terpaksa harus angkat otak ke negeri seberang, dan entah kemana lagi. Walaupun dimanapun aku berada ilmuku tetap tentang dan utk Indonesia. Sampai jumpa, Nijmegen. Selamat tinggal Jogja dalam waktu dekat. Mari keliling ASEAN dan dunia.

13 Sept 2017.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s