Terimakasih telah memelukku dengan kegagalan, Ya Allah.

P_20170309_174459

Kadang, atau seringkali, kita merasa banyak ketidakadilan yang kita temui dalam hidup ini. Ketidakadilan dalam definisi kita sebagai manusia adalah bukanlah sesuatu yang semestinya kita dapatkan. Kita menginginkan menuju gunung, lantas dengan semangat kita mempersiapkan perjalanan menuju gunung. Namun ternyata Allah memiliki caranya sendiri menerjemahkan keadilan dalam setiap fase hidup kita, bahwa mungkin gunung bukanlah tempat yang terbaik untuk kita datangi, lalu ia membelokan jalan kita ke pantai.

Kecewa memang, tapi semoga itu hanya sesaat. Karena sejatinya Allah sedang mengabulkan doa kita yang lain yang kita sendiri tak sadar akan kebaikannya. Ia mungkin sudah memperingatkan dengan banyak tanda, tapi kita sendiri yang tak memahaminya. Dengan penuh kesombongan akhirnya kita berani menantangnya dengan lantang “kenapa ini tak adil Tuhan”.

Hidupku begitu terasa sesak dan berat sepulang dari Belanda, banyak kiranya cobaan yang silih berganti datang menghadang. Apakah itu kegagalan atau hidup yang terasa sangat berat. Tapi aku salah, salah menerjemahkan kenyataan ini dengan ketidakadilan.

Sebagai manusia wajar jika aku mempertanyakan apakah aku masih harus percaya akan agama, atau tak perlu lagi percaya akannya ?. Tidak, riang, tidak.

Ternyata Allah sedang mengabulkan doaku yang lain. “Ya Allah tunjukan hamba ke jalan yang lurus, dan jauhkan hamba dari jalan orang-orang yang akan mencelakai hamba, selalu peluklah hamba dalam kebaikan”.

Ia rupanya telah menjawab doaku. Mungkin segala kegagalan yang telah aku temui adalah isyarat olehNya agar aku tidak melangkah ke jalan yang aku perjuangkan ini. sebagai manusia dengan sombong penuh keyakinan jalan ini yang terbaik bagiku. Tapi Ia memiliki pertimbangan lain yang terbaik untuk kita. Ia tak ingin membelokan jalanku yang lurus, kemudian bertemu dengan orang-orang yang akan zalim padaku. Terimakasih telah melindungiku. Aku masih percaya bahwa kekuatanMu nyata, maka angkatlah hamba.

Terimakasih Ya Allah, kau telah memelukku dengan kegagalan.

Sunset Candi Ijo, 9 Maret 2017.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s